10 Karakter Safety Leadership Penentu Keberhasilan Budaya K3

Related image

Sebagai seorang safety officer mungkin Kamu pernah melontarkan pertanyaan, ” dari tempat mana kita mulai membuat sebuah budaya K3 di perusahaan? “. Untuk menjawab pertanyaan itu, para ahli K3 dunia pun dengan tegas menjawab, ” pembentukan budaya K3 dimulai dari manajemen puncak “.

Yang mereka maksudkan di sini yaitu tonggak awal pembentukan sebuah budaya K3 di dari mulai manajemen puncak, yaitu pemimpin. Prinsip dan keteladanan pemimpin yaitu aspek paling penting penentu kesuksesan dibangunnya budaya K3 (safety culture) di perusahaan. Safety leadership-lah yang bertindak besar dalam menggerakkan partisipasi pekerja selalu untuk mengutamakan K3 dalam setiap aktivitas operasi.

Lalu, karakter safety leadership seperti apa yang perlu dipunyai seseorang pemimpin agar sukses bangun sebuah budaya K3 yang efisien?

Memiliki kompetensi manajerial, emosional, dan spiritual
Dalam bikin sebuah pergantian pada budaya K3, seseorang pemimpin harus memiliki kompetensi manajerial. Tanpa ada kompetensi, ia akan susah memastikan visi dan kiat yang tepat dan mengajak beberapa pekerjanya untuk aktif ikut serta mengaplikasikan K3 di lingkungan kerja. Selain kompetensi manajerial, seseorang pemimpin harus juga memiliki kompetensi emosional dan kompetensi spiritual yang tinggi agar bijak wujudkan tujuan yang dikehendaki, yakni sukses bangun sebuah budaya K3 yang efisien.

Memiliki karakter optimistis dan visioner
Tidak hanya kompetensi yang unggul, pemimpin harus juga memiliki karakter optimistis dan visioner. Seseorang pemimpin harus memiliki visi K3 yang benar. Dalam merumuskan visi K3 yang pasti, pemimpin sebaiknya memiliki prinsip kuat pada visi yang diembannya. Dia harus optimis dan dapat melibatkan pekerja untuk ikut proakif dalam implementasi K3. Perlu Kamu mengerti, apabila K3 telah jadikan nilai utama dalam budaya perusahaan, maka nilai itu akan bertahan lama.

Pemimpin yang berhasil selalu yakin pada timnya
Seperti kata Napoleon Bonaparte, ” pemimpin yaitu pencipta harapan “. Pemimpin yang baik harus perduli dan yakin pada beberapa pekerjanya. Kepedulian seseorang pemimpin pastinya akan bangun keyakinan diri beberapa pekerja, terlebih dalam mengimplementasikan K3. Keyakinan diri pekerja akan nampak, saat pemimpin meyakini timnya. Bantu dan bawalah pekerja selalu untuk memprioritaskan K3 dalam melakukan pekerjaannya. Begitu, makin lama budaya K3 pun akan terwujud dengan sendirinya.

Melibatkan pekerja dalam implementasi K3
Pemimpin yang memiliki system manajemen K3 modern lebih memprioritaskan keterlibatan pekerja atau lebih di kenal dengan ” bottom up involvment “. Karakter pemimpin seperti ini dapat dibuktikan lebih handal dalam bangun sebuah budaya K3 yang efisien. Melibatkan, memberdayakan dan mendorong pekerja dalam aplikasi K3 nyatanya menyebabkan rasa tanggung jawab mereka selalu untuk memprioritaskan K3 dalam pekerjaannya. Beberapa pekerja merasa dihargai dengan keterlibatan mereka dalam bangun budaya K3 di perusahaan.

Melakukan perbaikan performa K3 yang berkelanjutan
Pemimpin selalu memiliki gagasan yang pasti untuk tingkatkan kemampuan K3 di perusahaan. Walau system K3 yang saat ini digerakkan telah efisien dalam menghimpit angka kecelakaan, pemimpin selalu mengidentifikasi kemampuan dan kekurangan system yang ada dan melakukan perbaikan berkepanjangan untuk tingkatkan performa K3. Maksudnya tidak lain untuk bangun sebuah budaya K3 di perusahaan.

Memiliki kebijakan dan ketentuan K3 yang jelas
Pemimpin berbarengan tim manajemen membuat sebuah kebijakan dan ketentuan K3 yang pasti dan tegas untuk meyakinkan beberapa pekerjanya bekerja dengan aman dan selamat. Pemimpin harus juga turun tangan segera melakukan penilaian dan analisis apakah standard yang diberlakukan telah jalan dengan baik atau belum. Pemimpin juga harus memastikan pekerja sudah menggunakan alat pelindung seperti pakaian dan sepatu safety online.

Akuntabel dan bertanggung jawab
Pemimpin akan berhasil bangun sebuah budaya K3 apabila ia jadi sosok yang akuntabel dan bertanggungjawab untuk beberapa pekerjanya. “Kepemimpinan yaitu permasalahan tanggung jawab dan tanggung jawab yaitu harga sebuah kepemimpinan”

Seseorang pemimpin yang bertindak sebagai tonggak awal sebuah pergantian dalam budaya K3 harus mengerti tanggung jawabnya untuk meyakinkan setiap operasi di perusahaannya jalan sesuai standard keselamatan yang sudah ditetapkan dan beberapa pekerja dapat pulang dengan selamat dan aman ke tempat tinggal mereka. Apabila terjadi kekeliruan atau system manajemen K3 tidak jalan dengan harusnya, pemimpin yang akuntabel akan terima konsekwensi dan lebih banyak introspeksi dianya dari pada menyalahkan bawahannya.

Melakukan pengukuran dan pemantauan efektivitas kemampuan K3
Pemimpin yang kompeten dan bertanggungjawab mengerti cara pengukuran dan pemantauan untuk mengukur tingkat efektivitas kemampuan K3 di perusahaannya. Hasil pemantauan dan pengukuran kemampuan K3 ini dianalisa dan dipakai untuk mengidentifikasi tingkat kesuksesan aplikasi K3 atau kepentingan aksi perbaikan untuk meraih kemampuan K3 yang lebih baik lagi. Kesuksesan aplikasi K3 juga mengisyaratkan budaya K3 perusahaan yang lebih baik.

Berbentuk terbuka dan tidak sangsi memohon pendapat pada timnya
Karakter pemimpin seperti ini yang biasanya disukai tim manajemen dan beberapa pekerja. Walau ia berada di posisi manajemen puncak, ia tidak sangsi untuk berbentuk terbuka (transparan) atau memohon pendapat dari timnya. Karakter ini tunjukkan kalau pemimpin menghormati dan meyakini mereka untuk pro aktif mengaplikasikan K3 dalam setiap pekerjaan.

Selalu berinovasi membuat kiat untuk membuat safety culture
Pemimpin yang visioner akan tidak berhenti melakukan inovasi dalam membuat budaya K3 dan lingkungan kerja yang aman di perusahaannya. Ia selalu membuat beragam kiat agar perusahaannya sukses bangun sebuah budaya K3 yang berkelanjutan dan efisien. Apabila semua pekerja selalu memprioritaskan segi K3 sebagai sebuah budaya, maka tujuan zero accident pun akan terwujud dengan sendirinya.

Tersebut karakter safety leadership yang perlu dipunyai pemimpin agar perusahaan sukses bangun sebuah budaya K3. Dasarnya, seseorang pemimpin harus jadi pribadi yang berkelanjutan dan dapat jadi contoh yang baik untuk beberapa pekerjanya, selalu melakukan komunikasi akan pentingnya K3 pada pekerjanya, dan selalu meyakinkan beberapa pekerja bekerja sesuai prosedur aman untuk terwujudnya budaya K3 yang efisien. Dari sepuluh karakter diatas, karakter manakah yang dipunyai pemimpin Kamu saat ini?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s