Penyebab Kecelakaan di Lokasi Kerja

Related image

Kecelakaan tidak terjadi begitu saja, kecelakaan terjadi karena tindakan yang salah atau kondisi yg tidak aman. Kelalaian sebagai sebab kecelakaan ialah nilai tersendiri dari tehnik keselamatan. Ada pepatah yang mengungkapkan tindakan yang lupa seperti kegagalan dalam lihat atau jalan meraih suatu yang jauh di atas sebuah tangga. Hal itu tunjukkan cara yang lebih baik selamat untuk menyingkirkan keadaan kelalaian dan melakukan perbaikan kesadaran tentang keselamatan setiap karyawan pabrik.

Penyebabnya dasar kecelakaan kerja :

Aspek Personil

  • Kekurangan Pengetahuan dan Skill
  • Kurang Motivasi
  • Masalah Fisik

Aspek Pekerjaan

  • Standard kerja kurang Memadai
  • Pemeliharaan tidak memadai
  • Penggunaan alat tidak benar seperti tidak menggunakan pakaian atau sepatu safety online yang sesuai dengan standart keamanan yang telah ditentukan.
  • Kontrol pembelian tidak ketat
  • Penyebabnya Segera kecelakaan kerja
  • Aksi Tidak Aman
  • Menjalankan alat bukanlah wewenangnya
  • Menjalankan alat dg kecepatan tinggi
  • Posisi kerja yang salah
  • Perbaikan alat, ketika alat beroperasi
  • Keadaan Tidak Aman
  • Kurang pengaman alat
  • Kurang sinyal peringatan bahaya
  • Kebisingan/debu/gas diatas NAB
  • Housekeeping tidak baik

Penyebabnya Kecelakaan Kerja (Heinrich Mathematical Ratio) dibagi atas 3 bagian Berdasar pada Prosentasenya :

  • Aksi tidak aman oleh pekerja (88%)
  • Keadaan tidak aman dalam areal kerja (10%)
  • Di luar kekuatan manusia (2%)

Permasalahan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja

Kemampuan (performen) setiap petugas kesehatan dan non kesehatan adalah resultante dari tiga komponen kesehatan kerja yakni kemampuan kerja, beban kerja dan lingkungan kerja yang bisa adalah beban penambahan pada pekerja. Apabila ketiga komponen itu cocok maka dapat diraih suatu derajat kesehatan kerja yang maksimal dan penambahan produktivitas. Sebaliknya apabila terdapat ketidak serasian dapat menyebabkan permasalahan kesehatan kerja berbentuk penyakit maupun kecelakaan akibat kerja yang selanjutnya akan turunkan produktivitas kerja

Kemampuan Kerja
Status kesehatan orang-orang pekerja di Indonesia biasanya belum memuaskan. Dari beberapa hasil riset didapat deskripsi kalau 30-40% orang-orang pekerja kurang kalori protein, 30% menanggung derita anemia gizi dan 35% kekurangan zat besi tanpa ada anemia. Keadaan kesehatan seperti ini tidak sangat mungkin untuk beberapa pekerja untuk bekerja dengan produktivitas yang maksimal. Hal semacam ini diperberat lagi dengan fakta kalau angkatan kerja yang ada beberapa besar masihlah di isi oleh petugas kesehatan dan non kesehatan yang memiliki banyak terbatasnya, hingga untuk dalam melakukan tugasnya mungkin sering memperoleh masalah terlebih menyangkut permasalahan PAHK dan kecelakaan kerja.

Beban Kerja
Sebagai pemberi layanan service kesehatan ataupun yang berbentuk tehnis beroperasi 8 – 24 jam satu hari, dengan hal tersebut aktivitas service kesehatan pada laboratorium menuntut ada pola kerja bergilirdan pekerjaan/jagalah malam. Pola kerja yang berubah-ubah dapat mengakibatkan kelelahan yang bertambah, akibat terjadinya pergantian pada bioritmik (irama badan). Aspek lain yang ikut memperberat beban kerja diantaranya tingkat upah dan jaminan sosial untuk pekerja yang masihlah relatif rendah, yang beresiko pekerja sangat terpaksa melakukan kerja penambahan terlalu berlebih. Beban psikis ini dalam periode waktu lama dapat menyebabkan stres.

Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja apabila tidak penuhi kriteria dapat mempengaruhi kesehatan kerja dapat menyebabkan Kecelakaan Kerja (Occupational Accident), Penyakit Akibat Kerja dan Penyakit Akibat Jalinan Kerja (Occupational Disease & Work Related Diseases).

Kecelakaan Kerja Tambang

Pengertian Batubara
Batubara yaitu batuan yang datang dari tumbuhan yang mati dan tertimbun endapan lumpur, pasir, dan lempung sselama berjuta-juta th. lamanya. Ada desakan susunan tanah bersuhu tinggi dan terjadinya gerak tektonik menyebabkan terjadinya kebakaran atau oksidasi yang merubah zat kayu pada bangkai tumbuh-tumbuhan jadi tumbuhan yang mudah terbakar yang bernama batubara.

Batubara adalah salah satu sumberdaya energi yang terdapat banyak didunia, selain minyak bumi dan gas alam. Batubara telah mulai sejak lama dipakai, terlebih untuk aktivitas produksi pada industri semen dan pembangkit listrik. Batubara sebagai energi alternatif memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi hingga dapat menukar peran bahan bakar minyak (BBM) dalam aktivitas produksi untuk industri itu. Terlebih satu tahun lebih paling akhir ini harga BBM selalu alami kenaikan dan hal semacam ini sangat dirasa efeknya terlebih dalam soal kebutuhanya sebagai sumber nergi untuk beragam kesibukan perekonomian dunia.

Batu bara yaitu sisa tumbuhan dari zaman prasejarah yang beralih bentuk yang awalannya berakumulasi dirawa dan tempat gambut. Penumpukan lanau dan sedimen yang lain, berbarengan dengan pergeseran kerak bumi (di kenal sebagai pergeseran tektonik) mengubur rawa dan gambut yang kerapkali sampai ke kedalaman yang sangat dalam. Dengan penumpukan itu, material tumbuhan itu terserang suhu dan desakan yang tinggi. Suhu dan desakan yang tinggi itu mengakibatkan tumbuhan itu alami sistem pergantian fisika dan kimiawi dan merubah tumbuhan itu jadi gambut dan lalu batu bara.

Pembentukan batubara diawali mulai sejak Carboniferous Period (Periode Pembentukan Karbon atau Batu Bara) di kenal sebagai jaman batu bara pertama – yang berjalan pada 360 juta sampai 290 juta th. waktu lalu. Mutu dari setiap endapan batu bara ditetapkan oleh suhu dan desakan dan lama waktu pembentukan, yang dikatakan sebagai ‘maturitas organik’. Sistem awalannya gambut beralih jadi lignite (batu bara muda) atau ‘brown coal (batu bara coklat) ’ – Ini yaitu batu bara dengan type maturitas organik rendah. Dibanding dengan batu bara type yang lain, batu bara muda agak lembut dan warnanya beragam dari hitam pekat sampai kecoklat-coklatan. Memperoleh dampak suhu dan desakan yang terus-terusan selama jutaan th., batu bara muda alami pergantian yang dengan cara bertahap memberi maturitas organiknya dan merubah batubara muda jadi batu bara ‘sub-bitumen’. Pergantian kimiawi dan fisika selalu berjalan sampai batu bara jadi lebih keras dan warnanya lebh hitam dan membuat ‘bitumen’ atau ‘antrasit’. Dalam keadaan yang tepat, penigkatan maturitas organik yang makin tinggi selalu berjalan sampai membuat antrasit.

Pengertian Kerja tambang

Pengertian yaitu Setiap tempat pekerjaan yang mempunyai tujuan atau berhubungan segera dengan pekerjaan penyelidikan umum, eksplorasi, study kelayakan, konstruksi, operasi produksi, pemrosesan/pemurnian dan pengangkutan bahan galian kelompok a, b, c, termasuk fasilitas dan sarana penunjang yang ada diatas atau dibawah tanah/air, baik berada dalam satu lokasi atau tempat yang terpisah atau lokasi proyek.
Yang disebut kecelakaan tambang yakni :

  • Kecelakaan Benar Terjadi
  • Bikin Cidera Pekerja Tambang atau orang yang diizinkan di tambang oleh KTT
  • Akibat Aktivitas Pertambangan
  • Pada Jam Kerja Tambang
  • Pada Lokasi Pertambangan
  • Penggolongan Kecelakaan tambang
  • Cidera Enteng (Kecelakaan Enteng)
  • Korban tidak dapat melakukan pekerjaan awal mulanya kian lebih 1 hari dan kurang dari 3 minggu.
  • Cidera Berat (Kecelakaan Berat)
  • Korban tidak dapat melakukan pekerjaan awal mulanya kian lebih 3 minggu.

Berdasar pada cedera korban, yakni :

  • Retak Tengkorak kepala, tulang punggung pinggul, lengan bawah/atas, paha/kaki
  • Pendarahan didalam atau pingsan kurang oksigen
  • Luka berat, terkoyak
  • Persendian lepas

Berdasar pada riset heinrich :
Perbuatan membahayakan oleh pekerja meraih 96% diantaranya datang dari :

a. Alat pelindung diri (12%)
b. Posisi kerja (30%)
c. Perbuatan seorang (14%)
d. Perkakas (equipment) (20%)
e. Alat-alat berat (8%)
f. Tatacara kerja (11%)
g. Ketertiban kerja (1%)
Sumberlainnya di luar kekuatan dan kendali manusia.

Aksi Setelah Kecelakaan Kerja

  • Manajemen K3
  • Pengorganisasian dan Kebijakan K3
  • Bangun Tujuan dan Sasaran
  • Administrasi, Dokumentasi, Pelaporan
  • SOP

Prosedur kerja standard yaitu cara melakukan pekerjaan yang ditetapkan, untuk peroleh hasil yang sama dengan cara paling aman, rasional dan efektif, meskipun dilakukan siapa saja, kapanpun, di manapun. Setiap pekerjaan Harus memiliki SOP agar pekerjaan dapat dilakukan dengan cara benar, efektif dan aman

  • Rekrut Karyawan & Kontrol Pembelian
  • Inspeksi dan Pengujian K3
  • Komunikasi K3
  • Pembinaan
  • Investigasi Kecelakaan
  • Pengelolaan Kesehatan Kerja
  • Prosedur Kritis Darurat
  • Proses Gernas K3
  • Manajemen K3 memiliki tujuan dan tujuan berbentuk tercapainya suatu kemampuan K3 yang maksimal dan terwujudnya “ZERO ACCIDENT” dalam aktivitas Sistem Produksi.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s